Sajak Berjudul Panjang #14


semenjak kau mati (kenapa kau harus mati?) di hari yang dipenuhi kabar tentang kobar api (atau apa?) yang membakar rumah dan kibar rok gadis-gadis bermata mengintip itu, aku hanya mampu memetik kata-kata yang pernah mekar di sepasang bibirmu yang tak akan pernah berhenti bergetar hingga nanti seperti yang kembali mengembang (atau mengambang?) dalam sajak ini

waktu tak ubahnya lubang yang dalam di gigi geraham paling dalam. sementara kenangan adalah makanan kemarin atau hari-hari sebelumnya yang tertanam di sana membuat masalah: sakit gigi, bau mulut dan bahkan tumor

maka dibangunlah pabrik berbagai merek sikat dan pasta gigi juga cairan berkumur untuk mencegah lubang atau mencegah masalah karena lubang—juga dokter dan klinik gigi untuk menambal, mencabut atau mengganti gigi

tetapi untuk aku, mohon biarkan semua gigimu berlubang, berlubang paling dalam. agar bisa kau kenang aku sepanjang waktu

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s