Satu Sajak dengan Dua Judul Panjang


Semenjak Lama, Jauh Sebelum Kau Memikirkan Bahwa dalam Satu Sajak Bisa Terdapat Dua Judul, Aku Sudah Merencanakan Menuliskan sebuah Sajak untuk Kau (tentang Kangen Aku dan Kangen Kau yang Selalu Bertemu di Stasiun dalam Sebuah Sajak Perpisahan) yang Salah Satu Judulnya Terletak di Kepala dan Satunya lagi di Kaki Agar Kau Bisa Membacanya Terbalik dan Orang Lain Tak Perlu Tahu Bahwa Kau Selalu Mabuk oleh Sajakku

karena semua stasiun yang dipindahkan banyak penyair ke dalam sajak mereka selalu berisi adegan perpisahan. dan perpisahan digambarkan sedemikian rupa agar bisa membuat pembacanya menangis, kadang meniru adegan perpisahan di film-film korea yang konon penuh sentimentalia itu.

namun diam-diam kangen kau dan kangen aku, mungkin tanpa kau tahu, senang menjadikan stasiun (dalam sebuah sajak perpisahan orang-orang kecil) sebagai tempat pertemuan. stasiun itu berada dalam sebuah sajak yang sebenarnya dulu aku rahasiakan judulnya. tapi, baiklah, aku akan memberikan padamu judul sajak itu (tapi jangan bilang siapa-siapa ya!)

Jika Kelak Kita Bisa Bertemu (dengan Setumpuk Kangen di Dadamu dan Sepeluk Kangen di Lenganku) Aku Ingin Pertemuan Itu Berlangsung di Sebuah Executive Lounge di Bandara yang Ramai oleh Orang-Orang Kaya yang Berusaha Tegar Menahan Perpisahan dan Kita Tertawa di Tengah Kesedihan Mereka Itu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s