Sajak Berjudul Panjang #13



sebetulnya ini hanya semacam rangkuman atas sejumlah pertanyaan dan penyataan yang kau katakan suatu malam di balkon belakang sebulan sebelum kau mati yang, aduh, sungguh malu aku menyebutnya puisi, sebab kata-kataku belum makan seharian seperti buruh yang dililit hutan kredit sehingga terlalu lemah untuk tumbuh menjadi puisi

mengapa kau tak pernah bertanya bagian mana dari tubuhmu yang paling senang aku cium? aku ingin sekali mengatakan jawaban: aku paling senang mencium jempol kakimu sebab meski jauh suara-suara jantungmu di situ selalu masih bisa mengatakan kau akan terus hidup untuk aku

jika aku betul-betul menikah dengan lelaki yang tak mampu membuatku berhenti mencintai kau itu, bolehkah aku menuliskan tato, nama kecil kau, di payudaraku? agar di malam pertama lelaki itu menangis seperti anak-anak dan aku tak akan ke mana-mana selain ke dalam malam-malam kau

menurutmu, apakah akan lahir sebuah fatwa haram mencintai seseorang jika aku dan kau dikuburkan saling berpelukan dalam sebalut kafan?

2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s