Sajak Berjudul Panjang #12


Sekiranya Aku adalah Pablo Neruda dan Kau adalah Perempuan yang Dicintainya, Peristiwa Sederhana di Ruang Tengah Itu, Sehari Sebelum Kau Mati, Saat Ribuan Buruh Berjalan Tanpa Alas Kaki di Atas Matahari yang Meleleh di Jalan Raya Sambil Bertanya dengan Marah Perihal Lapar Mereka, Kelak Berubah Menjadi Epitaf Indah di Nisanku

aku berbaring di atas halaman koran yang dipenuhi kabar kenaikan harga, perceraian dan perselingkuhan artis, pembunuhan dan korupsi. kau berbaring di atas kertas-kertas yang tak bertuliskan apa-apa kecuali tubuhmu yang telanjang, seolah kau mau mengatakan tubuhmulah kata-kata, tubuhmulah puisi

aku yang lahir dari rahim petani membayangkan tubuhmu sebagai ladang semata. aku tebarkan bebijian di sana sambil berdoa mereka akan tumbuh dan berbuah kelak

sebab tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir kita yang gemetar hari itu, aku tak tahu apakah karena itulah kau menanam tubuhmu di kedalaman makam sebulan setelahnya?

(aku terus berdoa sambil membayangkan suatu hari ada pohon tumbuh dan berbunga dari kuburmu)

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s