Sajak Berjudul Panjang #11


pagi ini biarlah orang-orang menyebutnya tragedi sepiring bubur otak dan dua cangkir batu celup ketika melihat aku menikmati sarapan dan kebun belakang sambil membayangkan kau yang telah mati bicara tentang daftar belanja bulan ini dan nasib anak kita yang bercita-cita jadi dokter

aku tak peduli! aku ingin mengangankan kau bangun dari dalam tubuhku menemani aku sarapan lalu menyemangati aku menggali selokan di halaman agar airmata tak menggenangi lantai rumah, agar kasur tidak berenang-renang, tempat aku mengenang seluruh malam dan pelukan kita

aku tak peduli! memang sepiring bubur otak menyerupai lembar-lembar diktat kuliah atau ijazah sarjana terendam banjir. telah siap dua cangkir batu celup: secangkir untuk aku, secangkir untuk kau. mari bersulang, sayang!

(ada juga untungnya anak kita ikut denganmu dan tidak jadi dokter. kini telah ditemukan, bukan oleh dokter tapi seorang anak kecil, penghancur batu ginjal: batu celup)

2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s