Sajak Berjudul Panjang #8


pagi ini, di hari ulang tahun kesepuluh kematianmu, dengan basah lumpur pasar di tungkai aku duduk di hadapan bayam, kacang panjang, wortel, tomat, cabai dan bawang yang belum dipotong juga pisau yang lupa diasah sambil mereka-reka kabarmu di dalam sana

masih. aku melihat kau masih ada di dalam aku. alangkah pulas kau tertidur seolah tak punya keinginan untuk bangun dan mengucapkan: selamat pagi, sayang!

ingin sekali aku membisikkan mimpi ke bibirmu, agar kau juga bisa mengeluh tentang mall yang semakin banyak dan harga-harga barang yang bengkak, tentang jalan-jalan yang dibangun untuk mesin cuma, tentang tayangan hiburan tivi yang menyengsarakan. agar kau tahu betapa susah terus bertahan mencintai seseorang di tengah semua itu.

agar kau tahu aku masih mencintaimu.

(bayam, kacang panjang, wortel, tomat, cabai dan bawang belum juga diiris. pisau itu mengapa berdiri begitu dekat dengan urat nadiku? tiba-tiba airmata menyentuh bibirku membuat aku sadar seperti biasa aku lupa lagi membeli garam)

2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s