Sajak Berjudul Panjang #10


muntah-muntah karena tak tahan pendingin udara adalah salah satu alasan kenapa aku berkeras bertahun-bertahun mencintaimu bahkan setelah berjalan menggotong keranda mayatmu berkilo-kilo meter dari rumah ke pekuburan di antara keramaian hujan yang menangis deras

sekarang aku yakin kau bisa menikmati ruangan paling nyaman sebab kata seorang pengkhutbah yang suka marah dan punya anak kembar lucu bernama haram dan halal, di sana tak ada toko yang menjual alat pendingin ruangan. yang ada hanya tungku pemanas dan kolam tempat banyak buah dan susu berenang bersenang-senang

dan kau tak perlu khawatir, aku tak akan pernah berpikir membayar salah satu partai agar gambar wajahku bisa dipasang di pinggir-pinggir jalan membuat sebagian orang tertawa dan sebagian lagi kecewa kemudian membuangnya di kotak suara. sebab aku tak mau menyiksa tulang-tulangmu di dalam dagingku. sebab aku tak mau memuntahkan jantungmu yang terus tumbuh dari tubuhku.

aku tak mau punya ruangan dan mobil yang beralat pendingin yang wajib dimiliki para anggota dewan.

aku tak mau. meski dulu setiap malam di tempat tidur kau bilang padaku: sampai mati, sampai hidup kembali, aku pilih kau!

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s