Sajak Berjudul Panjang #7


sebab jumlah usia aku dan kau terus saja bertambah sekaligus berkurang, maka setiap kali selamat menyeberangi satu malam kita bersyukur dengan mandi bersama sambil melatih kemampuan matematika yang pernah kita pelajari di sekolah dulu

kemarin aku menemukan tambahan satu keriput di jari manismu di mana cincinku telah bertahun-tahun bertahan tak mau keluar dan kau menemukan tambahan dua keriput di dahiku. dasar, lelaki tua serius! katamu

hari ini aku menemukan tujuh helai uban baru tumbuh di ubun-ubunmu, sementara kau menemukan rambut hitamku tinggal tujuh belas helai. kau tertawa memperlihatkan dua gigimu yang belum tanggal dan aku juga tertawa mengingat lagu burung kakatua yang sering kita plesetkan di tempat tidur: burung kakek sudah tua.

begitu setiap pagi, kita tetap berlatih berhitung sebab kita harus menjawab pertanyaan cucu-cucu kita: kenapa cinta kakek dan nenek tidak pernah kurang dan lebih dari satu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s