Sajak Berjudul Panjang #6


jika betul kau mati dua bulan lagi seperti yang kau bisikkan padaku kemarin di bus yang dipenuhi buruh pulang kerja sambil memanggul lelah, bagaimana caranya aku melunasi rencana di hari separuh abad pernikahan kita itu?

menyewa satu becak, mungkin satu-satunya becak yang tersisa luput dilindas mobil mewah, lalu mengelilingi kenangan sambil menghitung jumlah bulan yang sebetulnya lampu jalan. kita biarkan tukang becak menikmati kue ulang tahun dan bermain dengan anak-cucu kita di rumah. aku akan mengayuh pedal becak dan kau di depan menyanyikan lagu anak-anak tentang bulan. di pendakian kau akan turun berjalan di sampingku dan mengelap peluh di wajahku yang kau sangka berhulu di mataku.

saat tiba di rumah mungkin kita menemukan tukang becak itu tertidur pulas di sofa ruang tengah di depan televisi yang bicara tentang angka harapan hidup yang semakin menurun.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s