Sajak Berjudul Panjang #4


suatu siang di sebuah kamar aku diam di depan sepasang jendela kembar yang membagi langit berwarna biru cerah menjadi dua sambil sekali lagi mendengar kau merencanakan perpisahan

aku membayangkan sepotong langit akan menyerap airmatamu, sementara airmataku akan menguap ke langit yang sepotongnya lagi. sesaat kemudian hujan berjatuhan karena sedih membuatmu batal meninggalkan kamar, membuatmu gagal meninggalkan aku.

2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s