Sajak Berjudul Panjang #1

ketika kelak kisah kita difilmkan adegan ini harus hadir sebelum muncul kata tamat, sebelum sejumlah nama itu berjejatuhan ke atas seperti hujan yang kembali ke langit, sebelum lampu dinyalakan dan entah kenapa mata penonton berair banyak

aku dan kau berhadap-bersitatap. rapat. aku pelan-pelan membuka kacamatamu saat kau pelan-pelan membuka kacamataku.lalu tiba-tiba di mataku kau samar, sama samarnya aku di matamu. seperti seseorang yang mendekat datang atau seperti seseorang yang hendak hilang

(di atas meja, di dekat bingkai jendela yang penuh bangkai senja, sepasang kacamata kita asyik membaca larik-larik sajak cinta di sebuah buku yang terbuka)

2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s