Sebaris Tato di Punggung Seorang Lelaki Bisu

Dia, seorang laki-laki bisu, tahu semenjak mula jari-jari
perempuan buta tukang pijat itu pandai menanam pohon
maka dia menyediakan lapang tubuhnya sebagai ladang.

“Taburlah, tebarlah, bebiji pohonmu, perempuan buta!
Musim hujan kelak datang mengantarkan musim semi,
waktunya aku semai semua bunga dan buah-buahan.”

Tetapi hari-hari yang memanjang selalu saja kosong
serupa merah lidahnya yang tak mengenal huruf-huruf
tak tahu bagaimana caranya memanggil musim hujan.

*

Dia juga tahu semenjak mula jari-jari perempuan buta
tukang pijat itu pandai membaca, maka dia putuskan
menanam kerikil kecil di ladang punggungnya sendiri.

Suatu hari, sebuah kalimat singkat, sebuah tato
berhuruf braille, pelan-pelan terdengar dari jari-jari
perempuan buta itu: alangkah aku mencintaimu!

Sebaris tato braille itu pemanggil hujan paling mantra
seketika air berjatuhan dari mata perempuan buta itu
isyarat akan datangnya musim panen yang dinantikan.

2 thoughts on “Sebaris Tato di Punggung Seorang Lelaki Bisu

  1. Romantis sekali… hiks hiks. tato timbul khan sakit ya? bener g? pasti rasanya bedda sama tatoo temporary. heehe, secara rizcuma berani tato temporary. yang pasti romantis… dah ah. i’m not used to commenton sbd’s writting…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s