Jika Ia

:Diah Mashitah

jika ia terpaksa berpisah dengan aku atau
ia menanggalkan janji dan meninggalkan aku
—mungkin dengan seorang lain ia menikah
kemudian ke sebuah kota jauh ia pindah
mengikuti suami yang bekerja di sana

sungguh-sungguh, seluruh sisa usia yang aku punya
habis hanya buat menyatakan mimpi masa kecilku:
pemain biola, perancang busana dan penulis obituari
ketiganya selalu ia namai lelucon yang tidak mampu
membuat seorang pun di dunia tertawa, termasuk dirinya
(meski setiap usai mengatakan itu ia sakit perut tertawa)

kalender atau waktu atau apapun namanya
akan menjerumuskannya jadi renta dan lupa
pada ciuman yang kami curi di toilet mesjid,
sebuah es krim yang kami jilat bergantian
dan bahkan namaku yang hurufnya sedikit

aku terus menggesek senar biola
atau mengawinkan benang dan kain
atau mengata-ngatai kematian
dan sebab itu seluruh ia masih jelas
bahkan huruf terakhir yang ia sebut
kali pertama menjanjikan kesetiaan

suatu kala kelak ia tak akan pernah tahu
pakaian yang ia kenakan dijemput maut
pernah membuat jemariku tertusuk mata
jarum berkali-kali saat menjahitnya

suara biola yang mengantar mayatnya
ke pemakaman: tangisku

juga tentu saja aku menuliskan obituari singkat untuknya
yang dimuat di koran persis di samping obituariku sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s