Sajak Hasan Aspahani

Mataku, Mata Bawang, Mata Pisau

: Aan M Mansyur

/1/
PADA lapisan ketiga, aku menemukan mata,
aku dan bawang itu lalu bertatapan, lama

Aku letakkan pisau di sisinya, kulihat mata
itu meneteskan air mata. “O, siapa yang
mengupas kelopak matamu?” tanya bawang itu.

O, begitu burukkah tangisku,
sampai ia tahu air mataku?

/2/
MATAKU, mata bawang, tiba-tiba silau oleh sinar
amat terang.

“Apakah harus kupejamkan mataku?” tanya pisau itu.

“Jangan,” kata bawang dan aku, nyaris bersamaan.

Lalu, bawang itu memejamkan matanya
Seperti pejam yang tak akan lagi membuka

Tinggal mataku dan mata pisau bertatapan,
tak lama… Dan kuraih lagi dia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s