Sajak Luna Vidya

hujan yang kau cintai

:aan

hujan yang kau cintai jadi basah di wajahku.
Basah seperti lantai hutan yang menebal oleh daun gugur, rumputan beku ketika sesaat matahari musim dingin mendekam. Melelehkan waktu yang beku.

dari rumput dan daunan beku di lantai hutan telanjang, dinign, kilaumatahari dalam kristal es, musim, waktu, kau belajar merayakan kenangan. Kenangan tentang hujan, matahari. Tentang hidup yang tidak sederhana, tanpa banyak pilihan di kampung bermusim dua: kemarau dan hujan; berangin dua: barra’ dan timmorro’.
Tentang hidup yang ditertawakan dan dirayakan dalam kanal penuh pestisida dan galian-galian pembangunan. kenangan tentang ceplok matahari yang dikerumuni rmulut lapar, dan ibu yang selalu terselip pilu.

Di lantai hutan, kilau matahari kupatahkan dari ujung rumput,
Hujan yang kau cintai jadi basah di wajahku
kenangan dan warna musim
mengalir berkilau di hatiku.

2009

catatan: lagi, sajak hadiah ulang tahunku! Terima kasih, Kak Luna!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s