Kisah bantal di kamar 101

Ini kisah sebuah bantal
di kamar 101 hotel murah
yang punya roomboy
bergaji sangat rendah
dan karenanya malas bersih-bersih

Baiklah kita mulai kisah ini
dengan sebuah pertanyaan:
mengapa dulu kau biarkan
airmatamu tertinggal
di bantal itu?

Kau tahu, suatu malam lain, di sana,
aku menangis mendengar airmatamu
dan dia, oh, alangkah marah
lalu akhirnya menangis juga

Bantal itu
kemudian menyimpan
airmatamu,
airmataku,
dan airmatanya

Malam ini, sungguh, aku rindu pada bantal itu,
aku ingin sekali mendengar airmatamu, airmatanya,
airmata kita, sambil berdoa
gaji roomboy hotel itu belum dinaikkan

Namun seseorang di front office hotel itu
mengatakan padaku kamar 101 sedang berisi

Untuk sementara kita akhiri kisah ini
dengan sebuah pertanyaan lagi:
adakah kau atau dia yang datang
menyiram airmata kita dengan airmata baru
di bantal kamar 101 malam ini?

2 thoughts on “Kisah bantal di kamar 101

  1. “ DILEMA “Selalu ada kisah saat hujan merenggut malammenghapus jejakyang ku torehkan pada langithingga tak kutemukan lagijalan pulang menjemput raga…..Angin apa yg kau hembuskan…gigilkan rindu ini…dan kau tinggalkan jiwa inidi kaki malam…terjebakbersama waktu…!!!!Haruskah aku meninggalkan hampa…??dan terbang dengan sayap yang lelah iniatau cukuplah aku disini..kuyup menahan luka yang enggan pergi…?? Makassar januari 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s