Kepada Aku dan Beberapa Penyair Lain

puisi ini
tiba-tiba membenci aku.
betapa. entah kenapa.

1. hujan

puisi ini
juga benci beberapa penyair lain
yang meskipun sudah tua
masih senang bermain hujan
dan, huh, alangkah manja—
seperti tidak pernah belajar
menabung di sekolah dasar

bahwa hujan atau kesedihan
(atau apapun nama lainnya)
tidak baik diboroskan saat hidup

bahwa sisihkanlah airmata sebagian
agar bisa membiayai kesepian di masa depan,
di dalam kuburan

2. senja

puisi ini
juga benci beberapa penyair lain lagi
yang meskipun matanya masih sehat
tak pernah bisa melihat
warna asli senja

selalu saja jingga
atau paling-paling merah dan kuning
(apa beda jingga dengan merah-kuning?)

padahal senja itu bening
seperti air mata anak-anak
yang bukan genangan sedih,
yang bukan sedih kenangan

Makassar, Januari 2009

Iklan

One thought on “Kepada Aku dan Beberapa Penyair Lain

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s