Sore Itu Ia Mandi Berlama-lama

Di sebuah sore, ia ingin sekali mandi
sebersih-bersihnya, seharum-harumnya.
Ia punya janji bertemu seorang perempuan
di bioskop 21 buat menonton salah satu film Indonesia
yang paling tidak diminati penonton—agar bisa memilih
posisi-paling-aman-berdua. Perempuan itu mungkin
akan segera menjadi kekasihnya, perempuannya,
menggantikan istrinya yang telah meninggal.

Ia masuk tergesa-gesa lalu menutup pintu kamar mandi.
Saat menyalakan keran air, ia bertanya pada diri sendiri:
Mengapa saya butuh menutup pintu kamar mandi ini?
Pintu depan dan belakang tidakkah terkunci sejak kemarin?
Dan tidak ada sesiapa selain saya di rumah ini, bukan?

Lima belas menit, kemudian setengah jam, kemudian nyaris sejam
ia berdiri menimbang kemungkinan-kemungkinan—dan ia tahu
perempuan itu pasti sudah gelisah menunggu di depan bioskop.

Apakah saya bodoh? Tentu tidak, saya lulus sangat memuaskan
di universitas ternama di negeri ini. Apakah saya takut? Tidak.
Kata semua orang yang mengenalku saya lelaki paling berani.

Tetapi ia tak mau mandi sebelum menemukan jawaban
yang tepat atau setidak-tidaknya mendekat pada tepat.

Sampai kemudian ia menemukan sesuatu
yang ia rasa paling masuk akal, tapi mungkin tidak tepat:
Orang mati itu sebetulnya tidaklah betul-betul mati.
Istriku memang sudah dimakamkan namun ia tidak pergi
ke mana-mana. Ia pasti masih ada di rumah ini menemaniku.
Saat saya tertidur ia bisa melihat dadaku naik-turun teratur.
Saat saya sarapan ia bisa menghirup aroma roti, madu
dan telur setengah matangku. Saat saya mandi ia mendengar
suara air yang mengguyur tubuhku.

Ia akhirnya membuka lebar pintu kamar mandi
lalu masuk ke dalam cipratan hujan ciptaan keran air.
Ia ingin istrinya bisa menyaksikan tubuhnya yang semakin
tua dan ringkih diguyur air. Ia bernyanyi, menyanyikan lagu
kesukaan istrinya. Sore itu ia mandi berlama-lama dan memutuskan
tidak akan menemui perempuan yang menunggunya di depan bioskop.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s