Puisiku (ternyata bisa) jadi Film

Masih ingat puisi saya yang berjudul Dunia yang Lengang yang pernah dimuat di Koran Tempo? Beberapa bulan lalu seorang anak muda bernama Yusuf Wijanarko dari Bandung mengirim surat elektronik meminta izin menggunakan gagasan puisi itu untuk dibuat jadi film pendek.

Belakangan saya tahu film itu masuk menjadi salah satu finalis di ajang LA Lights Movie Indie. Film itu berjudul 100 Kata. Berikut sinopsis film itu:

Sebuah cerita komedi satir di sebuah negeri yang penuh omong kosong. Pemerintah membuat peraturan pembatasan jumlah kata menjadi seratus kata per orang dalam sehari. Seorang lelaki tak bicara seharian. Jatah tersebut akan digunakan untuk menelpon kekasihnya. Dia membacakan puisi berjumlah seratus kata. Saat jatah telah habis, mereka hanya diam dan saling mendengarkan desah nafas melalui telepon.

Untuk melihat perbandingannya dengan puisi saya, saya kembali memajang puisi itu di sini untuk anda.

DUNIA YANG LENGANG

SEBUAH usaha, agar orang-orang
Lebih banyak bicara dengan mata,
Pemerintah membuat aturan ketat:
Setiap orang hanya berhak memakai
seratus tiga puluh kata per hari, pas

Jika telepon berdering, aku meletakkan
Gagangnya di telingaku tanpa menyebut Halo.
Di restoran aku menggunakan jari telunjuk
Memesan mi atau Coto Makassar. Aku secermat
Mungkin melatih diri patuh aturan dan berhemat.

Tengah malam, aku telpon kekasihku
Di Jakarta, dengan bangga aku bilang padanya:
Aku menggunakan delapan puluh sembilan
Kata hari ini. Sisanya kusimpan untukmu.

Jika ia tak menjawab, aku tahu, pasti
Ia telah menghabiskan semua jatahnya
Maka aku pelan-pelan berbisik: Aku
Mencintaimu, sebanyak lima belas kali.

Setelah itu, kami hanya duduk membiarkan
Gagang telepondi telinga kami dan saling
Mendengar dengus nafas masing-masing.

Puisi tersebut bisa juga dibaca di halaman 23 dari kumpulan sajak saya, Aku Hendak Pindah Rumah.

Ah, ternyata puisi saya juga bisa jadi film. hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s