KEPADA SAWERIGADING

Demi sebuah cinta yang tidak pasti, katamu,

kau ingin menaklukkan buas seluruh lautan.

Maka pohon raksasa itu, Sawerigading, kau

tumbangkan juga dan kau buat menjadi perahu.



Tidak tahukah kau, pohon itu pernah menghuni

mimpi indah sebuah kota. Tentang udara segar

yang tak datang dari kipas atau pendingin angin.



Burung-burung yang bersarang di rerantingnya

sekarang memenjarakan diri di sangkar-sangkar

yang bergantungan di beranda rumah orang kaya.

Nyanyian mereka sungguh-sungguh menakutkan

bagaikan kutukan ribuan orang-orang kelaparan.



Anak-anak yang senang memanjat batangnya

telah dewasa dan menanam jutaan tiang listrik

juga pancang-pancang baja di seantero kota ini

supaya mereka bisa menikmati atap-atap rumah

dari ketinggian, agar langit lebih dekat dari kepala

mereka, agar cita-cita mereka seolah telah sampai.



Bangkai perahu dari pohon raksasa itu, Sawerigading,

pernah bersandar di pinggir sebuah pantai yang indah.

Tetapi pantai itu telah ditimbun, di situ akan dibangun

gedung-gedung tinggi dan rimbun yang dari jendelanya

orang dengan sepasang mata kosong bisa memandang

kota yang tidak akan lagi memiliki satu pun mimpi indah.



Dari kota itulah, Sawerigading, surat ini aku kirimkan.

Aku tahu surat ini akan mengganggu kebahagiaanmu

bermain-main dengan anak lelakimu seorang, Lagaligo,

anak lelaki yang namanya konon didengar hingga jauh.



Aku tahu cintamu dulu itu telah kau rebut dari seluruh

ketidakpastian yang pernah menantang kelaki-lakianmu.

Tapi tidak tahukah kau, cintamu yang telah kau rebut itu

telah pula merebut seluruh kebahagiaan kami di kota ini,

kota yang selalu menolak ditumbuhi pohon raksasa lagi.



Makassar, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s