KAREBOSI

Alun-alun kota ini telah melahirkan begitu banyak legenda.



Ada tujuh orang suci yang sementara waktu beristirahat

dalam kuburannya masing-masing dan kelak dibangunkan

hujan. Mereka akan menyelamatkan kita yang tenggelam,

bukan oleh hujan yang meluap jadi banjir, tetapi oleh darah

memerahkan air hujan, dari semburan tubuh-tubuh tertikam

badik-badik telanjang yang tak paham mana lawan dan kawan.



Ada seorang pahlawan, pemain sepakbola membawa negerinya

mengunjungi lapangan-lapangan di luar sana, di keluasan dunia.

Ia telah mati di dalam selimut compangnya yang dipenuhi bakteri

tuberklosis dan dimakamkan bukan di taman makam pahlawan.

Patungnya ada di pintu utara alun-alun ini, berdiri menyedihkan

tak mampu mengatakan apa-apa dan tak mau menagih apa-apa.



Ada perempuan-perempuan separuh lelaki yang berusaha cantik

di bawah lampu-lampu temaram dan menggoda laki-laki berduit

sedikit. Mereka terusir dari sini dan mencari pepohonan di pinggir

jalan buat sembunyi dari polisi dan para perempuan yang cemburu.



Ada penjual obat murahan dan penumbuh bulu yang berteriak serak

di dalam pengeras suara. Ada pemain-pemain catur yang hari-harinya

melompong sehingga butuh diisi dengan permainan catur sepanjang

siang. Ada pencopet-pencopet celaka digebuki sekerumunan orang.

Ada merpati-merpati senang diadu ketepatan hinggap di punggung

pasangan. Ada hantu perempuan cantik yang bolong di punggung.



Alun-alun kota ini memang telah melahirkan begitu banyak legenda.



Tetapi orang-orang tentu akan melupakannya dengan sempurna.

Sebab ke dalam rahimnya sekelompok pemerkosa dengan kasar

telah memasukkan sebuah pusat perbelanjaan dan lahan parkir.

Dari sana hanya akan lahir uang dan uang dan uang dan uang

yang tak akan bisa dinikmati kecuali oleh para pemerkosa itu.



Makassar, 2008

2 thoughts on “KAREBOSI

  1. wah, lapangan karebosi kayak gitu dulu ya? seperti taman lawang di Jakarta.skrg mau dibangun mall, enak dong jadi nggak perlu jauh2 kalo mau belanja heheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s