#20 . 2008

Jika Tak Mampu Menulis Sajak Aku Mengingat

HUJAN. Sejak paham sepasang mataku dan langit
adalah dua hal yang sama aku sangat mencintainya.
Maka sebagaimana air mata, hujan adalah kata-kata.

RASA SAKIT. Ia menyiapkan buatku seliang lubang
untuk masuk merenung dan menemani diri sendiri.
Saat di mana aku dan kata-kata saling merindukan.

ENGKAU. Mengingatmu, hujan dari sepasang langitku.
Dan aku menikmati sekali lagi rasa sakit yang dulu itu.
Setelahnya aku dan kata-kata bertemu di dalam sajak.

One thought on “#20 . 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s