#18 . 2008

Kupang

Sajak akan merusak Kupang, kota
yang aku datangi di ujung Juni ini.
Tetapi aku harus menuliskannya
sebab ingin aku ajak kau ke sana,
saat tiba bulan madu suatu kelak.

Di siang hari udara sungguh panas
selalu meminta kita jadi anak-anak
bermain-main air di kamar mandi.

Senja selalu berhenti di Kupang
lebih lama seperti sebuah kereta
di stasiun yang sepi penumpang.

Di malam hari cuaca dingin sekali
kita tidak bisa tidur tanpa pelukan.

Matahari pagi tiba di jendela kamar
dengan senyummu saudara kembar.

Sajak akan merusak Kupang, Sayang.
Kota ini lebih indah, jauh lebih indah,
dari semua kata yang bisa ditemukan
oleh sajak untuk menggambarkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s