#12 . 2008

Suatu Sore di Tepi Telaga, Tak Ada yang Bisa Menahanku

Dari tempat yang sangat kau kenal di tepi telaga buatan ini, aku menyaksikan di seberang seorang perempuan berdiri di bahu batu yang tubuhnya separuh di air separuh di darat. Ia melemparkan sesuatu ke air telaga yang oleh matahari sore dibuat jadi sari lemon untukku, minuman yang selalu kau sebut penting buat kesehatan. (Ah, kali ini, maaf, aku menggenggam minuman kemasan yang tak terbuat dari buah-buahan.) Aku menebak-nebak benda apa yang dilemparkan perempuan itu ke air. Batu atau kerikil kecil? Segulung kertas berisi kemarahan? Atau sesuatu kenangan? Jika saja kau ada di sini, seperti biasa kau akan menyodorkan beberapa jawaban: perempuan itu melemparkan sebuah gantungan kunci bergambar papan tanda dilarang berhenti atau sebuah sekop kecil atau sebuah kaus kaki bolong. Kita akan tertawa dan tebakan itu terbengkalai seperti bangunan belum jadi, yang menyimpan untuk kita bahan bicara dan tertawa lagi di suatu kelak. Sesuatu yang dilemparkan perempuan itu menyakiti kulit telaga dan membangunkan seketika seluruh bekas luka di dadaku. Bagaimana bisa seperti itu? Tapi perempuan itu berbalik lalu pergi seperti petikan gitar Jubing Kristianto dalam Waiting for Sunset yang tiba-tiba pelan dan pedih atau seperti api yang mencapai ujung rokok batang terakhir yang aku miliki. Air telaga perlahan berubah warna dari sari lemon ke bir hitam. Tak ada yang bisa menahan aku untuk tidak mengenang seluruh tebak-tebakan, yang pernah membuat kita tertawa di tempat ini. Tak ada. Tak ada yang bisa menahan aku untuk tidak memasuki seluruh bangunan belum jadi itu dan tertawa sendiri hingga hari cukup gelap untuk menyembunyikan airmata. Tak ada yang bisa menahanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s