#11 . 2008

Enam Alasan Mengapa Aku Tak Mau Meninggalkan Kamar di Hari yang Cerah Ini

Sebab kau dulu mengajari aku memikirkan beberapa alasan untuk setiap hal yang mau aku lakukan.

1.

Dengan membaca sebuah novel grafis, aku bisa menemukan cita-citaku: menjadi seorang bandit berkulit gelap dengan rambut keriting, membawa senjata ke mana-mana dan menembaki setiap orang yang aku curigai ingin mencelakai hidupmu yang di dalamnya ada hidupku.

2.

Naik turun tangga selalu membuat aku merasa sebagai orang paling plin-plan yang pernah ada. Dan aku tak bisa menghindari mengira bilah-bilah pagar besi sebagai baling-balingku yang berhenti berputar, sudah pensiun dan tak akan mampu lagi membawa mimpi-mimpiku terbang ke mana-mana—ke tempat persembunyianmu misalnya.

3.

Berada di dalam kamar dengan jendela dan pintu tertutup penuh adalah menjadi rahasia bagi orang lain. Ayo tebak, pakai baju apa aku hari ini! Baju merah atau hijau? Baju ungu atau biru? Sudah lama aku tak hidup dengan sebuah rahasia. Di luar rumah, semua orang terlalu pintar untuk sekadar menebak keinginan orang lain. Mulai hari ini aku mau belajar hidup dengan memelihara satu atau dua rahasia.

4.

Aku tak perlu terusik oleh air mata dan tahi mata yang mengaburkan pandanganku pada sesuatu. Tak ada seorang pun yang akan mengizinkan aku menikmati kegilaan-kegilaan masa kecilku. Aku tak dibolehkan mengumpulkan air mata dan tahi mata itu lalu membentuknya jadi bola sebesar telur, telur coklat, sebagai gumpalan hari-hari yang pernah kumiliki dan memajangnya di lemari. Tak ada orang yang membiarkan aku jadi lelucon seperti tren busana yang tercetak dan terjebak di majalah dan koran tua. Sementara sesekali aku sangat rindu mencampur kesedihanku dengan sedikit tawa.

5.

Rumah tangga dalam kardus berisi tiga ekor kucing di bawah kolong tempat tidurku adalah rumah tangga paling bahagia yang dimiliki kota ini. Sebuah keluarga yang pernah tercatat dalam mimpi kita, lalu pelan-pelan harus aku hapus. Sepasang suami istri dan satu anaknya—tak penting laki atau perempuan sebab tuhan harus dilibatkan dalam persoalan ini.

6.

Aku ingin bermain-main dengan seekor capung yang terjebak di jendela, capung berwarna kuning kenangan yang aku lihat saat bangun pagi tadi. Aku ingin mengajarinya bicara lalu mengajaknya berbincang rupa-rupa perihal. Aku ingin merawatnya, mencintainya dan memanggilnya dengan namamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s