#10.2008

SETELAH KEMATIANKU

rupanya air matamu tak sebanyak yang kukira
tidak cukup membuatmu haru beberapa hari

padahal tak ada yang bisa menolongku di sini
tidak kecupan-kecupan sehangat sengat itu
tidak pula pelukan-pelukan seerat jerat itu

tidak ada sisa kenangan yang masih bergenang
di matamu, umpama langit terlalu tenang
terlalu bening,
tembus pandang dan kosong
hingga terlihat sangat asing

pada akhirnya kesedihan milikku sendiri
meski pernah kutinggalkan seluruh diriku
dan masuk bergabung ke dalam dirimu

hanya hujan, hanya hujan yang meresapi tanah
dan mengajak anak-anak airmataku bersahabat
memanggilnya bermain-main di keluasan langit

pada suatu pagi kau berjalan telanjang kaki
airmata itu jatuh ke rerumputan jadi embun
demi membasuh kakimu yang kelelahan

lalu berbisik, mungkin tak kau dengar, kepada telapak
kakimu sebagai seorang anak kecil mencari di mana letak
surga yang pernah kau janjikan kepadanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s