Ulasan Singkat Aku Hendak Pindah Rumah

Dari sebuah kota budaya di Sulawesi, tepatnya Makassar, sesungguhnya banyak sastrawan bermula. Kita ingat Aspar Paturusi di tataran senior dan Anil Hukma mewakili angkatan 90-an. Kini banyak penyair muda tumbuh membangun komunitas sastra. Satu di antara penyair muda itu adalah M. Aan Mansyur yang punya Biblioholic sebagai tempat nongkrong para pecinta sastra. Buku terbarunya (sebelumnya pernah menerbitkan novel Perempuan Rumah Kenangan), adalah antologi puisi bertajuk Aku Hendak Pindah Rumah . Kata ”rumah” selalu dibawanya, seolah ia memang sangat dekat dengan suasana atau hal-hal lain yang bermakna rumah.

Aan membagi isi bukunya menjadi beberapa bab. Dimulai dengan ”taman depan”. Dilanjutkan dengan ”rumah 1: pintu lama, pintu kenangan”; ”rumah 2: pintu hati, pintu persembunyian”; ”rumah 3: pintu baru, pintu kegaduhan”; ”pintu waktu, pintu perjalanan”; dan berakhir dengan ”taman belakang”. Pengantar dan penyunting adalah Hasan Aspahani. Beberapa sajaknya dipuji oleh Nirwan Dewanto.

(Kurnia Effendi, Tabloid Parle)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s