Bahasa Puisi Harus Komunikatif

Dalam dunia sastra dan puisi, khususnya Makassar, nama M Aan Mansyur, tak asing lagi. Pada Selasa, 18 Maret lalu, pria kelahiran Bone 26 tahun silam ini, kembali melaunching buku kumpulan puisinya yang berjudul Aku Hendak Pindah Rumah.Buku terbitan Nala Cipta Litera ini dibuat Aan-demikian dia akrab disapa, rentang tahun 2004 hingga 2007. Dengan tebal 182 halaman, buku kumpulan puisi yang kedua dari Aan itu, memuat 101 judul puisi.

Diceritakan Aan, secara umum buku ini bercerita mengenai kehidupan sosial.” Tetapi dibungkus dengan kisah-kisah cinta atau sesuatu yang langsung menyentuh kehidupan sehari-hari,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut pemenang pertama dari Karya Terpuji Lomba Puisi Cinta Tabloid Nyata 2008 ini, puisi yang bagus adalah puisi yang dibuat sesederhana mungkin. “Artinya dibuat dengan bahasa yang komunikatif dan tidak menggurui,” jelasnya.

Bagi penulis ratusan karya sastra ini, dia termasuk yang tidak setuju dengan puisi yang berbahasa rumit. “Saya cukup terganggu dengan bahasa yang rumit. Puisi dibuat kan bagaimana pembaca bisa memahaminya,” tambahnya.

Misalnya salah satu judul puisinya dalam buku tersebut, Engkau dan Sajakku. Dalam salah satu baitnya tertulis, “Aku selalu sengaja memilih bahasa yang bersahaja saja, agar makna sajakku tidak lenyap diperangkap ungkapan”. Dan memang itulah yang ingin ditonjolkan Aan. (dian muhtadiah)

*diambil dari Harian Fajar, Minggu, 23 Maret 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s