Terbit bulan ini!

Akan beredar bulan ini!

AKU HENDAK PINDAH RUMAH
99 + 2 sajak M. Aan Mansyur

Semacam Denah Buku Ini


Pengantar 1.065 Kata Hasan Aspahani


Enam Petunjuk (yang Harus Anda Abaikan)

Bagaimana Menikmati Sajak M Aan Mansyur


Taman Depan


Engkau dan Sajakku


Pintu 1. Rumah Lama, Rumah Kenangan


Dunia yang Lengang | Malam Lebaran, Tebaran Hujan, Debaran Jantung | Hujan Pagi | Seusai Membaca Neruda, Tiga Melankolia | Di Dadanya, Kamar Tidurku | Sepasang Pohon Gerbang | Beberapa Hari Setelah Kau Pergi | Pada Sebuah Tengah Malam | Aku dan Sepasang Mata | Safinah |Sebelum Tidur | Metamorfosa Bibirmu dan Telingaku | Ingatan, Matamu dan Waktu | Wajahku adalah Museum | Puluhan Tahun Kemudian | Empat Soneta, Satu Perempuan | Sebuah Percakapan | Seusai Gerhana Bulan | Walau Waktu Telah Jauh, Juga Kau | Sajak di Saat Hujan | Kepalaku: Kantor Paling Sibuk di Dunia | Di Runcing Jejarum Jam


Pintu 2. Rumah Hati, Rumah Persembunyian


Mata Ibu | Sajak buat Istri yang Buta dari Suami yang Tuli | Tentang Senyuman Ibu | Puisi tentang Doa yang Terbata-bata | Gambar Mirip Ibu | Dalam Puisi Ini | Riwayat Dinding dan Dingin | Sebuah Rumah Terkunci | Lelaki Ikan | Mencari Tubuh Ayah | Seorang Lain | Di Rahim Tanah | Doa | Nyanyian | Pulang Aku ke Rumahmu | Tiga Catatan Akhir | Meriang | Ada Empat SMS Ibu Hari Ini | Sesudah Bayanganmu | Di Hadapan Mata Jendela | Sungai Susu | Kepada Seorang Perempuan di Kuala | Aku Ingin Kau Sedang | Puisi yang Mencintai Dirinya Sendiri | Puisi yang Bunuh Diri | Kepada Ibunya, Batu Mengirim Asap | Petir | Di Beranda | Sebuah Pohon | Pulau Rahasia | Sebuah Kisah Cinta | Pelukan | Sahabat-sahabat Ibu


Pintu 3. Rumah Baru, Rumah Kegaduhan


Sebuah Sajak yang Tak Indah | Doa Api yang Membakar Hutan | Pagi Ini | Kota: Anak Desa yang Kurang Ajar | Dalam Sajak Ini Ada Kota Besar Terbakar | Mengejar Kaki-Kaki Kota | Kita Saling Mencintai Seperti Dua Kutipan Lucu | Telur Dadar | Denting Sendok dan Garpu | Interogasi | Jauh Waktu | Menelponlah, Kekasih! | Kata Peramal | Inilah Sebabnya | Pohon-pohon Tak Berdaun | Lukisan Bayangan | Aku Hendak Pindah Rumah | Mari Bukalah Rahasia | Di Sebuah Kafe, di depan Fort Rotterdam | Dunia dalam Gelas


Pintu 4. Rumah Waktu, Rumah Perjalanan


Senja dan Lain-lain | Kereta Api | 14 Januari | Di Gunung Pasir | Baju Penglaris | Minggu Kedua Oktober 2006 | Minggu Pertama Oktober 2006 | Minggu Terakhir September 2006 | Kota dalam Catatan Seorang Perantau | Peti Mati | Pada Sebuah Malam Engkau Berjalan | Sejarah Mata, Sejarah Waktu | Sejarah Mata, Sejarah Jarak | Sejarah Mata, Sejarah Kata | Sejarah Mata, Sejarah Arah | Sesaat Setelah Kapal Bersandar | Surat Cinta Buat Sebuah Kota | Kartu Pos | Teluk Puntondo, Suatu Senja |Tiga Ode Pendek | Rumah Terlantar | Magrib | Menyusur Jalan Menjelang Pagi | April


Taman Belakang


Lubang Untukmu


Tentang Penyair


Catatan Kecil dari Penyair


3 thoughts on “Terbit bulan ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s