Pagi yang Tidak Hendak Aku Beri Tanggal dan Nama

pagi ini, pagi yang tidak hendak aku beri tanggal dan nama
di dalam tidur, aku dengar air mengguyur tubuhmu di kamar
mandi. di dalam mimpi aku memanggil-manggil namamu, namun
kau tak menjawab. kau sedang membersihkan diri dari kata-kata.

suaraku hanya beredar di luar telingamu, jendela-yang-hilang-kuncinya.
dan ketika kau pelan-pelan membuka pintu, kedua mataku ikut terbuka
lalu menemukanmu pergi dari rumah tanpa membawa bekal kata-kata.

di depan pintu, kata-kata sekian lama telah menyediakan pundaknya,
namun kali ini kau memilih berjalan dengan sepasang kakimu sendiri,
sepasang kaki yang tiba-tiba lupa cara menuliskan pesan di jalan.

aku mengatakan padaku, dengan enggan: sampai jumpa, Kekasih!
kemudian melambaikan tangan pada punggungmu yang menjauh
sambil memikirkan waktu di hadapanku bagaimana ia mengasuh
rindu yang kelak akan berbiak-beranak-banyak jadi sepi, jadi sedih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s