Di Matamu

Di matamu aku lihat wajahku jadi pohonan tua
dan mataku adalah dua lembar daun yang kisut
pelan-pelan basah oleh rimbun embun terakhir
yang hangat dan sangat mencintai keduanya.

Di matamu masih akan terbitkah pagi lagi bagi
mataku—atau matiku? Sebab dua daun jatuh itu
sungguh akan selalu berkeras kembali mencari
ranting pohon yang pernah memeluk kedunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s