selepas membaca tiga sajak

Kemudian.com punya hajatan, lihat di sini. Saya diminta ikut berkontribusi jadi salah seorang pengulas sajak di gelaran itu. Berikut ulasan (yang lebih tepat disebut catatan usai membaca) sajak yang saya buat (atas sajak yang dikirim oleh panitia) dengan sangat tergesa di menit-menit akhir batas waktu yang ditentukan. Selamat menikmati!


SAJAK-SAJAK YANG TAK


0.

23 NOVEMBER 2007 lalu, sebuah surat berisi tiga sajak tiba di kotak suratku. Sayang sekali, tak satu pun di antara ketiga sajak itu menurutku menarik buat diulas. Lalu saya lupakanlah—dan tiga sajak itu pun tertimbun surat-surat lain yang datang. Tiba-tiba, beberapa jam yang lalu, sewaktu berada di toilet, saya mengingat janji saya untuk membuat ulasan sajak. Astaga, sudah melewati batas hari yang ditentukan pula! Tetapi, pikirku, tak ada salahnya tetap membuat ulasan itu. Maka saya bongkar kotak surat dan kemudian menemukan tiga sajak itu lagi—syukur, saya tidak menghapusnya waktu itu.

Kali ini saya hanya ingin membagi kesan seusai membaca sajak-sajak yang dikirim seseorang itu. Saya, terus-terang saja, bingung mengulasnya dengan cara apa. Saya ingin menyebut ketiga sajak itu sebagai ‘sajak-sajak yang tak’. Dan lagi, saya sudah tidak cukup punya waktu, sebentar lagi tulisan ini harus tayang, kata seseorang di Yahoo Messenger yang menagih janjiku dengan cara yang amat sopan. Maka dalam posisi ini saya bukanlah pengulas melainkan pembaca saja. Semoga tak mengapa.

Selengkapnya silakan baca di sini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s