Catatan Perjalanan, 3

: di Nanga-nanga

inilah kampung kecil paling terpencil dan terkucil
jaraknya hanya beberapa kilometer dari Kota Kendari
gelap bagai masa lampau paling lengkap ingin dihindari
tidak ada cahaya lampu yang singgah menyinari

di Nanga-nanga angan-angan hanya awan
selalu saja enggan menurunkan hujan
sementara pepohonan melulu ranting
yang tumbuh di atas tanah kering

di sini alangkah susah menemukan kematian
sebab batu-batu menolak digali jadi kuburan
para buangan memutuskan hidup satu-satunya pilihan
meskipun dipisahkan jauh dari seluruh kenangan
tentang keluarga dan kampung di kejauhan
yang seharusnya bisa jadi hiburan

sebelum meninggalkan kampung Nanga-nanga
mereka memintaku berjanji datang lagi suatu saat nanti
“jangan lupa membawa oleh-oleh hujan atau kenangan
yang bisa menyembuhkan angan-angan,” kata mereka.

Kendari, 2007

catatan:
Nanga-nanga adalah kampung kecil di tepi Kota Kendari yang ada sejak tahun 1977, kampung buangan para tahanan politik yang diduga terlibat Partai Komunis Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s