Akan Aku Masukkan Bukan Hujan ke Sajak Ini

HUJAN sudah terlalu sering mengganggu makan malamku,
juga mungkin makan malammu, dan makan malam siapapun.
Maka akan aku masukkan bukan hujan ke dalam sajak ini. Aku
tak mau ia mengusik pula tidurmu yang harusnya penuh rimbun
perdu yang di pucuk-pucuknya bermekaran kelopak kunang atau
sayap-sayap bunga, atau kuntum-kuntum pagi yang berembun.

Ke dalam sajak ini akan aku perdengarkan seorang menyanyi lagu
lama dengan bahasa ibu yang semenjak kau mengenal merek gincu
tak pernah sekalipun kau biarkan menjenguk sepasang telingamu,
supaya kau percaya bahwa aku terus merindukan wajah kanakmu.

Ke dalam sajak ini akan aku nyalakan satu pelita minyak bersumbu
perca yang cahayanya tak mampu mengalahkan sepasang matamu
supaya kau bisa menikmati tarian bayang-bayangmu, tempat selalu
aku menginderaimu sambil mengulang-ulang janji yang kau ucap dulu.

Ke dalam sajak ini akan aku masukkan juga diriku utuh sekaligus,
diriku yang mengenakan baju dan celana berwarna hijau humus,
sepasang pakaian yang semoga mengingatkan kau hujan pertama
di sebuah malam yang mengguyur tubuhku dan tubuhmu bersama.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s