dua sajak kepada seorang sahabat: Armin



ICHOU DAN MOMIJI

Di Tokyo, di Taman Ueno, tempat seorang perempuan
pernah berjanji menunggumu lalu ingkar tanpa kau tahu
sebabnya, kau mendongak di bawah sepohon Ichou.
Kau heran mengapa pohon itu daun-daunnya berubah warna
dari hijau menjadi kuning di musim dingin.

Tetapi jawabannya kau temukan di pelukan perempuan lain,
perempuan yang mengatakan bahwa kau tak perlu risau
jika melihat daun-daun yang menguning, sebab musim lain
akan datang untuk mengembalikan hijaunya yang lebih hijau.

Di Kyoto, kota yang amat ramai dan tertib tempat orang-orang
takut membunyikan klaskon untuk sekadar menambah sedikit
keramaian itu, kau mendongak di bawah sepohon Momiji.
Kau heran mengapa pohon itu daun-daunnya berubah warna
dari hijau menjadi merah di musim dingin.

Tetapi jawabannya kau temukan pula di pelukan perempuan itu,
perempuan yang senang ketika mendengar kau lupa membawa
baju penghangat. Sebab dengan begitu kau memahami bahwa
lengan dan dadanya terbuat dari bulu-bulu angsa paling hangat.

JALAN-JALAN DI KYOTO

Jalan-jalan di Kyoto tak kau pahami menuju ke mana saja.
Nama-namanya ditulis dengan huruf yang lebih rumit dari
seluruh kerumitan yang pernah menyusahkan hidupmu.
Kau takut melangkahkan kaki di sana, takut ditelan jalan
yang mengingatkanmu pada ular raksasa di sebuah film.

Namun jalan-jalan di tubuh perempuan itu, tak pernah
membuatmu takut tersesat. Sebab kau sudah penuh
oleh keyakinan bahwa di sebuah tempat di dadanya
akan kau temukan kuil yang jauh lebih tenang dari jutaan
kuil yang ada di Kyoto. Maka kau menjelajahinya seperti
seorang penduduk asli yang mengenali seluruh lekuk
kelok jalan-jalan itu sambil menyanyikan lagu-lagu cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s