SAJAK TERAKHIR TENTANG HUJAN

Meskipun aku bukan tak pernah berpaling dari janji,
janjiku kali ini boleh penuh kau percaya.

Aku masih bisa diajak bermain hujan.

Ya, di jalan raya yang digenangi bau selokan.
Di tempat-tempat parkir supermarket.
Di halaman-halaman kantor pemerintah.
Di lapangan sepakbola, di jembatan, di pasar,
di depan pabrik susu, atau di mana saja.

Tetapi, maafkan aku, sejak
hari ini aku tak mau lagi bermain hujan di dalam sajak.

Di dalam sajak, hujan melulu
dingin, kesedihan dan kenangan.

Sajak, entah aturan siapa, selalu
menutup mata pada banjir,
menutup telinga pada petir.

Inilah sajak terakhir
tentang hujan.

Tetapi jangan khawatir,
aku masih bisa diajak bermain hujan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s