DI SEBUAH PERPUSTAKAAN


Sehabis makan siang di warung murah,
aku dan kekasihku tak kuat melawan matahari.

Kami masuk ke sebuah perpustakaan
mengungsi dari panas jalan raya
sekalian menemui orang-orang pintar
yang mengajar kami cara bicara.

Tetapi perpustakaan itu lebih api
dari matahari yang memanaskan jalan raya.

Dan tak ada lagi orang-orang pintar.
Hanya ada beberapa rak berisi kekosongan.

Alangkah sunyi!

Menunggu matahari pergi, kami diskusi.
Tentang buku terakhir yang kami baca,
buku yang tak bisa ditemui di perpustakaan itu.

Tetapi seorang pegawai datang menegur.

“Kalau mau ribut di jalan raya saja.
Jangan di sini! Saya mau tidur.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s