tentang hujan: sebuah jawaban

Baru saja ada seorang teman, Rara, yang bertanya mengapa sajak-sajakku selalu berisi hujan. Saya langsung menjawabnya dengan sebuah jawaban yang mungkin salah. Berikut ini jawabannya:

NENEKKU PUNYA KEBUN DI LANGIT

–rara

Sebelum menikah dengan seorang lelaki kutubuku
nenekku tinggal di langit. Ia punya kebun di sana.
Penuh pepohonan. Sebelum sempat berbuah,
ia jadi pengantin. Maka setiap malam ia berdoa.
Doanya lebih senang aku sebut dongengan.

“Tuhan, aku ingin tahu bagaimana rasanya
musim panen. Kirimkan aku buah-buahan
yang datang dari ranting-ranting pohonku.”

Pernah suatu malam berjatuhan buah-buahan
di atap rumah kami. Aku dengar persis suara
seorang gadis kecil yang menangis. Dan, kau
tahu, aku jatuh cinta kepada gadis kecil itu.

Ra, mencintai hujan adalah mencintai kesedihan
seorang gadis kecil yang tak bisa disembuhkan.

Aku hanya ingin jadi obat yang merawat
seluruh kesedihan di mata kekasihku itu,
kekasih yang airmatanya selalu membuat
aku membutuhkan kehangatan selimut.

Ra, kini kami ingin saling menyembuhkan
persis seperti puisi kepada luka-luka yang
disebabkan oleh hidup yang kita sia-siakan.

Iklan

One thought on “tentang hujan: sebuah jawaban

  1. keren, aan 🙂hehehehe aan memang identik dengan hujan, baik rintik maupun deras 😀terima kasih jawabannya, saya coba untuk memahaminya *putar otak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s