CATATAN PERJALANAN, 1

:di pelabuhan udara Hasanuddin Makassar

PUKUL SIANG. jalan-jalan dibersihkan dari kendaraan. wakil presiden sedang datang bertandang. taksi bernomor 50 (mengingatkan aku pada tahun lahir ibuku) yang membawa aku ke bandara dihentitepipaksakan beberapa polisi lalulintas.

kata lembar tiket yang aku beli mahal di sebuah travel murahan, aku harus boarding paling telat pukul 12.30. kata sopir taksi, sekarang sudah pukul 12.10. tetapi ia tak yakin pada ketepatan jam duduk di depan setir taksinya. seperti juga aku tak yakin pada ketepatan angka-angka berwarna merah yang tertera pada argometer.

tiba di bandara beberapa menit kemudian. bayar taksi dan menunggu uang kembalian. petugas berseragam memeriksa tiket. barang-barang melewati mesin sensor. ponsel di kantongku membuat pintu berbunyi. beberapa orang menangkap wajahku tetapi aku buru-buru. sialan! aku ketinggalan pesawat. kata seorang gadis yang seharusnya lebih cantik jika ia lebih murah senyum, aku telat tak lebih dari tiga menit.

aku kutuk kepelitanku pada sopir taksi tak merelakan uang kembalian. aku kutuk petugas yang memeriksa tiketku sambil berbincang di telepon. aku kutuk mesin sensor yang penuh kecurigaan. aku kutuk ponsel di kantong celanaku dan pintu yang berbunyi membuat langkahku terhenti beberapa saat. aku kutuk jam sopir taksi yang tidak tepat. aku kutuk polisi yang menghentikan taksi. aku kutuk wakil presiden yang datang bertandang saat aku mau pergi.

aku bersandar di depan toilet di bawah tanda larangan merokok. lesu dan lusuh membayangkan tubuhku duduk mengunyah permen di kursi pesawat atau suara dan gerak pramugari bicara tentang cara menyelamatkan diri dari kejatuhan.

TIKETKU hangus di tangan yang basah oleh peluh. aku harus membeli tiket baru harganya 3 kali lebih mahal. pesawat berangkat 3 jam kemudian. aku tunggu saja di sini, di ruang tempat para penumpang berpisah dengan keluarga atau kekasihnya daripada harus pulang dan malu pada orang-orang yang baru saja melambai. daripada harus kembali mengutuk polisi dan sopir taksi. daripada uangku habis membeli tiket mahal yang kemudian hangus di tanganku yang selalu berpeluh.

tak ada orang yang bisa diajak berbincang. sebagian sedang terburu-buru sebagian sedang bersedih dan minta dipeluk sebelum ditinggalkan. dan aku sedang tidak ingin mengutuk siapa-siapa lagi termasuk diriku sendiri. di bandara 3 jam lama sekali. bisa habis satu novel atau selusin majalah.

aku pergi ke toko buku. mencari-cari satu buku pembunuh waktu. uang kembalian sopir taksi tadi mungkin bisa ditukar dengan selembar novel tipis. di rak buku aku cari nama pengarang yang tak aku kenal dan tak mengenalku. aku bertemu akhirnya. sampulnya sedih sekali. berwarna biru langit sebelum hujan (mengingatkan aku pada warna logo pesawat yang meninggalkanku). novel cinta yang kata penjualnya baru saja masuk dua minggu yang lalu.

aku mulai membaca dari halaman pertama. halaman tempat pengarang berterima kasih dan tak mengutuk siapa-siapa. dia berterima kasih kepada tuhan, kepada orang tuanya yang sudah meninggal, kepada editornya yang bekerja keras membetulkan seluruh kesalahannya, juga kepada nama-nama yang disebutnya sebagai sahabat. setelah berterima kasih kepada pembaca yang mau membuat waktu membaca novelnya, ia berterima kasih kepada kekasihnya. aku mengenal nama kekasihnya, sangat mengenalnya. ternyata dia sekarang jadi kekasih seorang penulis yang baru saja menerbitkan buku pertamanya.

PERJALANAN ini sesungguhnya aku buat dengan kehendak ingin mengasingkan kenangan. tetapi ada gejala kenangan akan membuktikan sekali lagi kebenarannya sebagai mahluk aneh paling keras kepala dan memiliki banyak sahabat di mana-mana. sahabat yang mengenal akrab namaku.

Kendari, 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s