puisi tentang doa yang terbata-bata


entah mengapa selalu aku bayangkan puisi ini
adalah doa seorang anak kecil yang terbata-bata

Tuhan, maukah Kau mengatakan kepada bapak
agar dia berhenti bercita-cita seperti anak kecil?
dia ingin dunia dan isinya jadi tabungan keluarga
katanya untuk masa depanku, padahal aku tak
mau menanggung dosa itu. Tuhan, tolonglah aku!

entah mengapa selalu aku bayangkan diriku ini
adalah seorang bapak diam-diam sedang menangis
membaca puisi ini, doa anakku yang terbata-bata ini

Terima kasih, Tuhan, Kau jadikan anakku puisi!

dan entah mengapa juga selalu aku bayangkan kau
adalah ibu dari anakku beserta doanya juga puisi ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s