Tentang Senyum Ibu

usiaku baru tiba di angka empat
saat sebuah bus berhenti di depan rumah
lalu pergi membawa lambaian ayah

ketika itu ibu mengenakan senyuman
pikirku pasti ia sedang bahagia
lalu aku kenakan juga senyuman
sebab aku pun ingin bahagia

kini aku sudah jauh meninggalkan usia empat
tetapi bus yang dulu itu tidak pernah kembali
juga ayah dan oleh-oleh yang ia janjikan

telah lama aku menanggalkan senyuman
namun ibu masih mengenakan senyuman yang sama
karena itu selalu aku bertanya: apakah ibu masih bahagia?

sambil tersenyum, ibu akan menjawab:
aku terus rindu dan menunggu ayahmu pulang,
itulah yang membuat aku tetap tersenyum
itulah yang membuat aku tak berhenti bahagia

One thought on “Tentang Senyum Ibu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s