Wajahku adalah Museum

pagi sesungguhnya tak memanggil nama siapapun
namun tiba-tiba saja tubuhkulah yang terbangun
berjalan di atas ubin menuju kamar mandi yang dingin
menemui lagi keran air, sikat gigi, handuk juga cermin
lalu sekali lagi menyadari kesedihan
wajahku betul-betul telah diresmikan
menjadi sebuah bangunan museum yang sepi
menyimpan gambar-gambar repro hitam-putih,
lemari dengan baju-baju tua yang susah rapih
dan sebuah piano yang tak bisa berbunyi

tetapi aku masih selalu kuat penuh semangat
membuka pintu menyambut matahari hangat
hingga di buku tamu namamu engkau catat
sebagai pengunjung yang harus aku ingat

2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s