Sungai Susu

di pangkal tidurnya mereka dengar bisikan
halus bagai biji-biji hujan yang berkecambah
siap tumbuh memanjat udara ke awan-awan
setelah diguyur panas matahari tidak terbelah

“Nak, mari ikut Ibu berenang ke muara,
sungai susu sudah mulai mengaliri dada.”

kuntum-kuntum mata mereka dikatupkan
dan menikmati tubuhnya hanyut perlahan

2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s