Yang Singkat Menyengat

:r

setelah meletakkan sekotak makan siang
kau berlalu dengan ringan dan riang.
di langkah keempat atau kelima, tiba-tiba,
kau menoleh serupa lupa membisikkan satu kalimat.
kau menatapku. aku tersenyum. kau tersenyum.

“selamat makan! maaf, makanan itu akan tawar
tanpa senyumku!”

aku terus tersenyum
menyantap makan siang dan senyummu dengan lahap

hanya sepersekian detik, sangat singkat
tetapi setelahnya tangan dan bibirku gemetar
mengisap batang-batang rokok

sungguh, sepersekian detik, hangat menyengat
dan setelahnya jantungku tak reda berdebar
hingga ke pokok-pokok

o, waktu yang terus menggerus-gerus
kau menjelma penghapus yang rakus
atas seluruh perih bahkan yang paling halus
dan mengantarku ke ujung penungguan sekaligus

2005

One thought on “Yang Singkat Menyengat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s