Sesaat Setelah Kapal Bersandar

tak ada yang lebih letih dari kapal yang bersandar
setelah menempuh perjalanan dari bandar ke bandar
kecuali tubuhku yang mungkin telah berubah lain
di bening kelereng matamu

sepasang tanganmukah dermaga itu?

menjulur ingin merengkuh
membawaku ke dalam dadamu
yang bergetar seperti geladak
di rambut panjang laut yang berombak

kuku-kukunya baru saja kau potong
agar tak melukai punggungku gosong

namun urat-uratnya tak mampu kau sembunyikan
seperti tangis yang kau kulum dengan senyum
atau sesekali gigitan di bibir bawah
ia menjalar sebagai akar-akar pohonan tua
yang sisa hidupnya adalah kepedihan

inilah petualangan terakhirku, ibu

setelah semua dermaga yang pernah menerimaku
tak lebih lidah perempuan-perempuan nakal
menjilat lalu muntah sambil mengumpat-umpat
tak tahan pada kerat-kerat
dagingku dan keringat pekat
yang kusuling dari mata air susumu

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s