Sebuah Sajak yang Tak Indah

Beginilah akhirnya yang mampu aku tuliskan;
sebuah sajak yang tak indah.

sebab semua kata yang dulu indah di mata-telinga
telah menyembunyikan dirinya entah di mana
sementara waktu telah pula mempercepat langkah
seperti diburu bermacam-macam masalah.

maka lihatlah betapa miskin sajak ini!
seperti seorang janda yang memaksa anaknya
melupakan sepatu dan tas berisi buku dan pensil
agar mau merelakan diri jadi kadal di jalan raya.
seperti juga tetangganya yang memenggal kepala
anak-anaknya yang menangis meminta makan.

maka lihatlah betapa koyak sajak ini!
persis seperti pakaian para pengemis
yang selalu membuat gadis-gadis
jijik dan tak bisa makan berhari-hari.
persis sebuah kampung yang berkali-kali
dilindas kaki-kaki bencana.

beginilah akhirnya yang mampu kutuliskan:
sebuah sajak yang tak indah.

sebab kalimat sudah tak punya tangan
sejak dilukai oleh poster-poster kampanye
calon presiden dan gubernur
sementara air mata tak lagi manjur
menyembuhkan rasa sakit atau luka.

andai saja sajak ini sedikit lebih indah
akan aku sampirkan pada surat cintaku padamu
–cinta yang padanya seluruh rambut,
gigi dan usiaku rela berguguran.

2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s