Safinah

/1/

engkau memasang langkah di kakiku
engkau memasang ayun di tanganku
agar aku menjauh dan merindukanmu

dan engkau juga menyimpan sesuatu
di dalam waktu, aku tak tahu apa itu
karenanya aku terus tumbuh menuju
semakin dekat ke masa kecilku
semakin kembali ke bukit-dadamu
semakin kembali ke lembah-rahimmu

/2/

dari berangkat langit mengikutiku
penuh lubang seperti jaring nelayan
selalu luput menangkap seekor ikan

begitulah yang aku pikirkan di sini
di kejauhan yang hiruk oleh sepi ini

dan di dalam mataku yang terluka
selalu aku saksikan matamu terbuka
menampung seluruh langit yang nila
langit yang jauh dari musim hujan
langit yang meminta kita tiduran
di padang rumput sambil bercerita

tentang rupa-rupa nama burung
dan matahari sore yang murung

/3/

dulu aku mencuri sehelai fotomu dari album
dan aku sembunyikan di dompet kurusku
lalu berangkat tanpa tahu ke mana mengarah

di sini, di tempat yang sungguh jauh dari rumah
jauh dari album yang pernah menyimpan foto itu,
waktu melulu dipenuhi sapa sepi dan bunyi sunyi

tapi dari dompetku selalu aku dengar kau bernyanyi
mengulang-ulang kata pulang dan rembang petang
supaya kedua kakiku semakin kuat buat bertualang

/4/

di antara awan-awan yang melayang
alangkah biru angkasa itu

di antara jalan-jalan yang membentang
alangkah rindu anakmu, ibu

2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s