Pulang Aku ke Rumahmu

/1/

di beranda di hadapan pintu yang senantiasa terbuka
masih engkau biarkan berceceran kata-kataku yang lama
selamat tinggal yang pernah aku ucapkan lalu aku lupa

rasa bersalah apa engkau hendaki aku akui di pulang kali ini?

/2/

di dinding ruang tamu di bawah jam penghitung usia
menggantung sebuah pigura. di dalamnya apakah sengaja
engkau letakkan benda kecil yang tidak aku tahu namanya?

engkau melukis terlalu banyak kekosongan di sana
sementara pigura amat sempit buat menampungnya

apakah tidak sebaiknya menggambar langit di atasnya?
bagaimana jika di sekitarnya ada sebentang padang saja?
atau tidak perlukah ada sehamparan lautan pula di sana?

langit, padang dan lautan semuanya kekosongan pula. begitukah?

lama aku berdiri di depan lukisan itu berharap menemukan benda
tepat yang mampu mengisi kekosongan yang engkau sia-siakan itu
aku keluarkan semua benda yang pernah tersimpan di ingatanku

semakin aku mengeluarkan benda-benda dari kepalaku, dari dadaku,
semakin penuh aku berisi kekosongan. kekosongan yang lebih kosong.
kekosongan yang terlalu banyak untuk sebuah aku yang terlalu sesak

/3/

di atas meja di ruang makan di samping buku
yang tertutup menyimpan seluruh rahasiamu
ada yang meletakkan gelas berisi musim kering
dan menyajikan ladang-ladang mati di atas piring

apakah engkau ingin bicara tentang laut meninggalkan ikan,
tentang bayangan di gelap malam hari atau hujan lupa giliran?

ataukah engkau ingin bicara tentang bait-bait puisi
yang tak punya kata atau tentang isi sebuah puasa?

ke mana lagi harus haus menemukan minum?
ke mana lagi agar lapar menemukan makan?

/4/

di ruang tidur di padang ranjangmu yang lapang
ada bantal-guling dan selimut mencari gelinjang

adakah engkau simpan peluk untuk seluruh mataku kantuk
atau satu rengkuh untuk tubuh yang tumbuh makin ringkih?

/5/

di halaman belakang di sebuah taman kecil itu
taman yang pernah membunuh banyak bunga,
buah dan bebenihan hijau tumbuh-tumbuhan
satu lorong engkau baringkan menghadap langit

itukah jalan yang sungguh-sungguh
menujumu mesti langkahku tempuh?

apakah di ujungnya telah engkau persiapkan obat
buat semua sakit yang tak lagi mampu aku rawat?

2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s