Peti Mati Tabungan

peti mati, kata seorang penyair tua,
adalah tabungan
sedikit demi sedikit tubuh kita dimasukkan ke situ
sampai akhirnya penuh, ditutup, dikunci, ditanam,
lalu dilupakan

akhir-akhir ini, aku lebih giat menabung
belum lagi seminggu seluruh tubuhku
sudah jatuh ke peti mati tabunganku–
jari-jari kaki-tanganku, sepasang lenganku yang letih,
kepala dan rambutnya yang belum putih,
juga mata dan hatiku yang selalu sedih

besok mungkin tabunganku penuh
persediaan tubuhku habis
kecuali tangisku–
akan tertinggal di udara bebas, di luar peti
jadi cerita lucu yang membuat kawan sendiri
tak bisa berhenti tertawa

tak ada yang akan mengucapkan selamat jalan
pada tubuhku yang pergi dan tak lagi
bisa diajak duduk bercakap tentang rupa-rupa rahasia

tetapi di sebuah rumah, di sebuah sajadah,
ada seorang perempuan tua, matanya buta,
terus mengirimkan airmata dan doa-doa
meskipun tahu anaknya seorang penjahat

2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s