Pada Sebuah Tengah Malam

udara begitu kelam,
diam bagai air kolam.

engkau mengendap-endap ke dalam kenangku,
pelan meletakkan satu ciuman di keningku.

lalu seluruh waktu silam
tiba-tiba ingin kembali aku sulam.

wahai, di mana gerangan kini engkau tertambat,
jika aku pulang apakah aku terlambat?

2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s